Kinerja Bank MAYORA Tetap Sehat di Tahun 2017

Dirilis pada 7 Desember 2018

JAKARTA - Di tengah persaingan bisnis dan berbagai disrupsi yang mempengaruhi kondisi ekonomi nasional, menjaga kondisi kesehatan bagi suatu Bank tentu tidak mudah. Namun, berkat menerapkan strategi bisnis dan prinsip kehati-hatian, Bank MAYORA mampu menjaga kesehatan keuangan perusahaan sepanjang tahun 2017.

Pengakuan atas performa tersebut terwujud pada ajang Indonesia Best Banking Award 2018 yang digelar oleh Majalah Warta Ekonomi. Bank MAYORA meraih predikat “Sehat” atas kinerja keuangan tahun 2017, dalam kategori Bank BUKU II - Aset Di Bawah 10 Triliun. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Komisaris Warta Ekonomi - Bapak Fadel Muhammad, CEO Warta Ekonomi - Bapak Muhammad Ihsan, dan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK - Bapak Teguh Supangkat kepada Direktur Risk Bank MAYORA - Bapak Tjahojo Bengawan. Ajang ini digelar pada 30 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta.

Dalam melakukan penilaian tingkat kesehatan Bank, Warta Ekonomi menggunakan indikator yang sesuai dengan peraturan OJK, yaitu profil risiko, pelaksaan good corporate governance, rentabilitas, permodalan, serta kinerja intermediasi sebagai indikator tambahan yang digagas Warta Ekonomi. Bagi Bank MAYORA, predikat “Sehat” ialah bukti bahwa Bank mampu menjalankan kegiatan perbankan yang terpercaya bagi nasabah serta mampu memenuhi peraturan regulator.

Tantangan dalam mempertahankan kondisi kesehatan Bank di tahun 2018 disampaikan oleh CEO Warta Ekonomi - Bapak Muhammad Ihsan. Beliau mengangkat “Lima Disrupsi dan Tantangan Bisnis”, meliputi teknologi, generasi milenial, politik, kepemimpinan, dan agama. Kemudian, Teguh Supangkat dari OJK menyampaikan bahwa era “Industri 4.0” akan mempengaruhi kondisi pasar global, di mana tren teknologi dan otomasi akan menjadi mesin penggerak bisnis. Perusahaan perbankan diharapkan mampu merespon potensi peningkatan risiko dari tren tersebut.

Bapak Tjahojo menyampaikan, “Penghargaan ini merupakan motivasi bagi seluruh karyawan dan manajemen untuk lebih meningkatkan produktivitas dan kinerja ke depannya. Dengan produktivitas dan kinerja yang optimal, maka kesehatan Bank dapat terjaga dengan baik” demikian ungkap Bapak Tjahojo.